Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Desember 2011

Cara Mudah Samarkan Gigi Menguning

Senyum yang menawan dan menarik perhatian, adalah impian setiap insan. Terlebih lagi, bila senyum itu kita harapkan dapat membuat seseorang yang kita idam-idamkan semakin jatuh hati pada kita! Wahai, alangkah bernilainya untaian senyum yang tersungging dari wajah kita.... Apakah senyum Anda tak semenakjubkan yang Anda harapkan? Bisa jadi itu karena kemilau gigi Anda yang memudar, seiring waktu dan pola makan yang Anda lakoni.

Menyamarkan perubahan pada warna gigi sebenarnya bukan hal yang sulit, semudah menghindari minuman berwarna gelap dan menyiasatinya dengan memilih make up serta dandanan tertentu. Tip lengkap ini ditulis Sheknows untuk Anda.

  • Kenakan Kalung Berwarna Perak
    Perhiasan emas dapat membawa kesan perubahan warna pada gigi Anda. Namun dengan menggunakan perhiasan berwarna putih atau perak, dapat membuat gigi Anda terlihat lebih putih.
  • Memakai Lipstik Merah
    Tak hanya membuat kesan seksi, tapi juga dapat membuat senyum Anda terlihat bercahaya. Sama halnya dengan pengaplikasian lipstik berwarna gelap atau kebiruan. Sementara lipstik berwarna pink dan bernuansa oranye justru membuat gigi Anda terlihat kuning, seperti halnya saat Anda menggunakan perhiasan emas.
  • Jangan Gunakan Pakaian Putih
    Pakaian berwarna putih dapat mengurangi kecerahan senyum Anda.
  • Makan Apel Setiap HariMengunyah buah apel dapat mengaktifkan air liur yang membantu menghilangkan noda dari gigi Anda. Makanan lain yang punya fungsi sama adalah seledri, pir, wortel, dan permen karet tanpa gula.
  • Menyikat Dengan Baking SodaPoleskan sedikit baking soda pada sikat gigi Anda dan gunakan untuk menggosok gigi. Namun jangan lakukan terlalu sering karena dapat mengikis enamel gigi.
  • Hindari Konsumsi Makanan dan Minuman Berwarna GelapMakanan dan minuman gelap seperti kopi, blueberry, dan anggur merah bisa meninggalkan noda pada gigi Anda. Jika Anda harus mengonsumsinya, gunakan sedotan dan sikat gigi Anda segera setelah mengonsumsinya.
  • Membubuhkan Pewarna MakananMeski saran ini terdengar ekstrem, tapi beberapa make up artist melakukannya. Gosokkan dengan lembut pewarna makanan merah ke gusi Anda. Hal ini akan membuat gusi terlihat lebih sehat dan gigi Anda terlihat lebih putih.
  • Manfaatkan Kulit PisangMineral dalam kulit buah dapat meresap ke dalam gigi dan membantu membuatnya bersinar. Gosokkan perlahan kulit pisang pada gigi Anda dengan gerakan memutar, sebelum atau setelah menyikat gigi Anda setiap hari.
  • Pergi ke Dokter GigiUntuk perawatan berkala, pergilah ke dokter gigi dua kali setahun. Dokter gigi akan membantu menghilangkan noda dan plak dari gigi Anda.

Selasa, 12 Juli 2011

Eh, Pusar Bodong Lebih Sehat, Lho!!!

Pusar Anda bodong? Biarpun penampilannya tidak cantik, tapi bersyukurlah. Sebab, bentuk pusar yang menonjol jauh lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang punya pusar normal.

Mari simak hasil penelitian Universitas Carolina Utara, Amerika Serikat. Mereka mengumpulkan 95 orang untuk diteliti pusarnya. Dalam website-nya, mereka menjelaskan penelitian yang sepertinya sepele itu. Menurut tim peneliti, semua orang memiliki pusar dan pernah hidup dengannya semasa dalam kandungan.

Selanjutnya, para mikrobiologis ini meminta para relawan untuk menyeka pusarnya dengan kapas sebanyak tiga kali. Kotoran yang terangkut di kapas itu kemudian tumbuh berbagai bakteri. Setelah bakteri itu berkembang, kemudian dipotret dan DNA mereka diekstrak untuk mengetahui jenis bakteri itu.

Hasilnya ternyata mengejutkan. Kebanyakan orang tidak mempedulikan pusarnya. Kepundan di perut itu telah menjadi tempat yang nyaman bagi bakteri. Ada sekitar 1.400 bakteri yang bersembunyi di pusar manusia. Hampir dari separuhnya merupakan bakteri yang tidak dikenal sebelumnya dan bisa menjadi bakteri baru. Sisanya, hampir 80 persen merupakan bakteri yang berbahaya bagi kulit. Jumlah bakteri dalam kepundan di perut itu beragam hasilnya. Semuanya tergantung dari kebiasaan mereka dalam membersihkan pusarnya.

Peter Aldhous, jurnalis New Scientist, yang jadi relawan, kerap membersihkan pusarnya dan menghasilkan bahwa tak ada koloni bakteri di pusarnya. Beda lagi dengan Carl Zimmer, penulis sains, pusarnya dihuni paling sedikit 53 spesies yang berbeda.

“Ada beberapa spesies di dalam pusarku. Marimonas, yang sebelumnya hanya ada di laut. Eh ada lagi bakteri Georgenia yang hanya tinggal di dalam tanah di Jepang,” katanya takjub.

Sebenarnya, teramat gampang bagi siapa pun untuk merawat kebersihan pusar. “Cuma dengan mencuci kok,” kata Jiri Hulcr, Kepala Tim Peneliti.

(tempo interaktif).

Jumat, 18 Februari 2011

Hati-hati Dengan Softdrink

Perempuan biasanya paling senang mengisi kulkas dengan berbagai bahan makanan kemasan dan aneka minuman bersoda. Pertimbangannya, apabila sewaktu-waktu kedatangan tamu, tak perlu repot mencari minuman. Meski begitu, biasanya, sih, minuman bersoda itu diminum sendiri. Saat nonton film, ngobrol-ngobrol bersama teman dan keluarga, paling asyik bukan kalau kita ngemil sambil minum soda yang manis?

Padahal, minuman yang rasanya segar ini ternyata bisa mengancam kesehatan kita, terutama bila dikonsumsi setiap hari (dan tidak diimbangi dengan minum air putih yang cukup). Ini alasannya:  
  1. Orang yang lebih suka minum soda ketimbang minuman yang sehat (seperti susu rendah lemak atau jus buah) cenderung akan kekurangan vitamin A, kalsium, dan magnesium. Soda juga mengandung asam fosforik yang akan menguras cadangan kalsium dan magnesium di dalam tubuh. Padahal, dua gizi ini diperlukan untuk menjaga kekebalan Anda mencapai puncaknya
  2. Soda yang mengandung high-fructose corn syrup (sirup dari tepung jagung yang terdiri atas fruktosa dan glukosa) biasanya juga mengandung kadar radikal bebas yang tinggi. Mengonsumsi minuman ini sering dikatakan dapat menyebabkan kerusakan jaringan, mengembangkan diabetes, dan komplikasi diabetik.
  3. Botol minuman bersoda (dan air) dari plastik mengandung racun kimia yang disebut bisphenol A (BPA), yang dapat larut dari botol ke soda, dan ke tubuh Anda setelah mengonsumsinya. Sudah banyak bukti yang mengaitkan BPA ini dengan banyak penyakit, termasuk depresi sistem kekebalan. Sebaiknya Anda melindungi anak-anak dari paparan produk yang mengandung BPA, terutama yang biasa dikonsumsi setiap hari.  
  4. Diet soda, ternyata juga tidak lebih baik daripada soda biasa. Bahkan, versi diet ini bukannya mengurangi berat badan, melainkan malah menambah berat badan. Sebuah studi yang melibatkan 1.550 orang menyimpulkan bahwa orang yang biasa minum diet soda akan meningkatkan risiko kelebihan berat badan atau obesitas hingga 41 persen untuk setiap kaleng atau botol yang diminum setiap hari. Ternyata, rasa manis itu akan memberi sinyal pada sel-sel tubuh untuk menyimpan lemak dan karbohidrat, yang membuat Anda merasa lebih lapar. Manisnya soda juga mendorong pelepasan insulin, yang akan menghambat kemampuan tubuh untuk membakar lemak.
Tentu, tak ada salahnya jika Anda sesekali ingin menikmati minuman ringan. Selama minuman ini tidak dijadikan minuman sehari-hari, alias dinikmati sekali-sekali saja, tentu Anda bisa menghindari ancaman kesehatan tersebut.(kompas)

Jumat, 11 Februari 2011

Bahaya Mengintai Jika Anda Kurang Tidur

Ada baiknya sejenak berhikmat soal kesegaran dan kebugaran tubuh seputar dampak jika Anda kurang tidur. Selain badan kurang bugar, kurang tidur mengganggu konsentrasi kepada apa yang sedang dikerjakan dan dipelajari.

Sebuah hasil penelitian yang diterbitkan pada pekan ini menyatakan kurang tidur dapat membahayakan dan membuyarkan konsentrasi seseorang ketika melakukan pekerjaan apapun, sebagaimana dikutip dari laman Guardian.co.uk.

Para peneliti dari lembaga kesehatan Warwick yang menerbitkan laporan penelitiannya European Heart Journal" menyimpulkan bahwa pola tidur berkaitan dengan kondisi kesehatan manusia.

"Jika Anda tidur malam kurang dari enam jam dan mengalami gangguan tidur, maka Anda berpotensi 48 persen lebih besar terkena penyakit jantung. Dan Anda boleh jadi dapat mengalami stroke yang dapat mengakibatkan kematian ," kata penulis laporan itu, Profesor Francesco Cappuccio.

Ia kemudian mencontohkan dampak dari kurang tidur yang memunculkan ketidaktepatan ketika mengambil keputusan-keputusan penting.

Malam hari, sebelum pesawat ruang angkasa Challenger mengangkasa saat penerbangan nahas pada akhir bulan Januari 1985, para pejabat dari lembaga penerbangan dan antariksa Amerika Serikat (NASA) menggelar pertemuan selama dua setengah jam bersama dengan para eksekutif dari perusahaan yang membuat roket pendorong.

Pokok bahasannya, salah satunya soal potensi kesalahan dari peristiwa mengenaskan itu. Pertemuan tersebut menyimpulkan bahwa penyebab kematian tujuh astronot itu yakni ketidaksiapan dari sejumlah manajer NASA ketika mengambil keputusan.

Dijelaskan juga, dua manajer NASA kedapatan menghabiskan waktu kerjanya selama 23 jam terus menerus, tanpa melewati waktu tidur yang cukup. Mereka hanya tidur tiga jam pada hari sebelumnya.

Contoh-contoh serupa juga ada saat terjadi bencana nuklir di Three Mile Island dan Chernobyl, serta peristiwa lingkungan hidup tumpahan minyak Exxon Valdez.

Profesor Jim Horne, Direktur Loughborough University dari Sleep Research Centre, mengatakan butuh waktu enam jam tidur malam agar tubuh bugar dan sehat.

"Tubuh Anda dapat bugar kembali setelah melewati tidur malam selama enam jam. Meski kebiasaan tidur seseorang dengan yang lainnya masih berbeda juga. Jangan juga cepat percaya bahwa kurang tidur dapat serta merta memicu serangan jantung dan terkena stroke. Kegelisahan inilah yang justru dapat memperburuk kondisi kesehatan Anda," katanya.

Sudahkan tidur malam Anda mencukupi agar beroleh kesehatan dan kebugaran tubuh?

(ant)

Selasa, 16 November 2010

7 Pertimbangan Sebelum Operasi Caesar

Banyak calon ibu yang saat ini memilih menjalani operasi Caesar untuk persalinannya, meskipun tidak mengalami problem selama kehamilan. Alasannya, sebagian karena takut sakit bisa harus melahirkan secara normal, sebagian lain karena menyesuaikan jadwal dokternya, dan sisanya agar dapat memilih tanggal cantik untuk kelahiran bayinya.
Padahal, operasi Caesar bukanlah prosedur main-main. Ada banyak risiko yang harus Anda terima ketika Anda menjalani prosedur ini. Karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk menjalani operasi Caesar, pertimbangkan tujuh hal di bawah ini.

1. Caesar adalah operasi besar
Banyak orang mengira operasi Caesar adalah prosedur sederhana yang tidak memiliki faktor risiko yang besar. Padahal, persalinan secara Caesar membawa banyak risiko, dari infeksi, mengurangi fungsi usus, meningkatnya risiko hysterektomi, hingga gangguan berkemih akibat kerusakan kandung kemih.

2. Waktu pemulihannya lebih lama
Operasi Caesar juga sering digambarkan sebagai pilihan termudah. Namun, penyembuhan luka operasi dan rahim akan memakan waktu lebih lama ketimbang persalinan normal yang pemulihannya hanya butuh 6 minggu. Dalam beberapa minggu setelah persalinan, perempuan yang menjalani persalinan secara pembedahan sering merasakan ketidaknyamanan, nyeri, bahkan harus mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit.

3. Waktu persalinannya tidak tepat
Hasil studi menunjukkan bahwa operasi Caesar yang dilakukan sebelum kehamilan 39 minggu bisa meningkatkan risiko kelahiran bayi prematur, dikarenakan ketidakakuratan dalam memprediksi tanggal kelahiran. Bayi yang dilahirkan pada usia kehamilan 37 minggu dua kali lipat menyebabkan komplikasi ketimbang mereka yang dilahirkan setelah kehamilan 39 minggu.

4. Bayi mengalami kesulitan bernafas
Sebuah studi yang digelar oleh The American Academy of Family Physicians tahun 2007 menunjukkan adanya peningkatan risiko kesulitan bernafas dan masa rawat lebih lama bagi bayi yang dilahirkan melalui operasi Caesar. Hal ini membuktikan bahwa dalam banyak kasus, bayi-bayi ini kemungkinan belum siap untuk lahir, dan hal itulah yang meningkatkan kecenderungan masalah pernafasan.

5. Meningkatnya masalah plasenta
Ibu yang pernah melahirkan secara Caesar akan meningkatkan risiko masalah plasenta pada kehamilan berikutnya. Salah satu kondisi paling berbahaya dalam masalah ini adalah Placenta Acretta. Saat itu, plasenta tumbuh ke dalam dinding rahim sehingga sering membutuhkan operasi histerektomi. Risiko ini meningkat dari 0,6 persen pada Caesar kedua, 2,1 persen pada Caesar ketiga, dan meningkat dengan setiap prosedur Caesar sesudahnya.

6. Lebih sedikit bakteri baik
Ketika Anda melahirkan secara normal, bayi akan terpapar bakteri baik yang hidup di dalam vagina Anda. Paparan terhadap bakteri ini merupakan proses penting dalam membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh si bayi. Sementara, bayi yang lahir secara pembedahan hanya terpapar sedikit bakteri baik yang ditemukan di rumah sakit dan pada kulit ibunya. Yang perlu diperhatikan justru adanya sisa infeksi bakteri staphylococcus dan Streptococcus pneumoniae, yang bisa menyebabkan pneumonia.

7. Bisa menyelamatkan nyawa bayi
Ketika kehamilan Anda mengalami masalah, operasi Caesar kadang-kadang diperlukan secara medis. Prosedur ini bahkan bisa menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya. Kondisi yang membutuhkan prosedur Caesar antara lain placenta previa (plasenta menutup jalan lahir), cord prolapse (tali pusat mendahului bayi keluar dari rahim), dan bayi mengalami kesulitan untuk lahir.

Sumber: Babble/Kompas

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo