Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Februari 2012

Siswa Asia Lebih Maju Dibanding Siswa di Negara Barat

Siswa/siswi SMPN 3 Karangan, serius berinteraksi
Siswa sekolah di kawasan Asia berada dalam posisi lebih maju dibanding dengan rekan mereka di negara-negara Barat.

Penelitian yang dilakukan oleh Institut Grattan di Australia memperlihatkan siswa yang belajar matematika di Shanghai, Cina, rata-rata lebih maju dua atau tiga tahun dibanding siswa di Amerika Serikat atau Eropa.

Sementara siswa di Korea Selatan lebih maju satu tahun dalam kemampuan membaca.

"Pada saat kekuatan ekonomi bergeser dari Barat ke Timur, demikian juga dengan pencapaian tinggi dalam pendidikan," kata Ben Jensen, Direktur Program Pendidikan Sekolah Institut Grattan dalam pernyatan persnya.

"Pusat dari pencapaian tinggi pendidikan sekarang ada di Asia Timur dan para pendidik di Australia bisa dan harus belajar dari keberhasilan itu," tambahnya.

Dalam laporannya, Institut Grattan menyebutkan empat sistem pendidikan di Asia yang merupakan terbaik di dunia, yaitu Hong Kong, Korea Selatan, Shanghai, dan Singapura.

Bukan 'Ibu Harimau'

Selama ini ada istilah Tiger Mothers atau Ibu Harimau yang digunakan untuk merujuk kaum ibu Asia yang menegakkan disiplin belajar yang amat keras kepada anak-anaknya.

Banyak pihak yang berpendapat hal tersebut yang mendorong keberhasilan para siswa Asia di dunia pendidikan.

Namun berdasarkan penelitiannya, Institut Grattan berpendapat Ibu Harimau bukan menjadi faktor utama dari pencapaian tersebut.

"Keberhasilan bukan karena budaya, bukan produk Konfusianisme juga bukan pelajaran menghafal atau Ibu Harimau," tegas Ben Jensen.

Yang menjadi faktor adalah ketegasan, sistem belajar praktis, mentoring, dan para guru.

Penelitian juga membantah anggaran yang lebih besar dan jumlah murid yang sedikit dalam satu kelas akan menjamin pencapaian para siswa.

Sekolah di Shanghai, misalnya, memiliki kelas dengan jumlah 40 siswa namun para guru memiliki lebih banyak waktu untuk merencanakan pelajaran.

Sementara Ausralia menikmati peningkatan anggaran dalam beberapa tahun belakangan namun prestasi siswa masih di belakang siswa Korea Selatan, yang menyediakan anggaran per siswa lebih kecil. (see original news).

Jumat, 23 Desember 2011

Garuda di Dadaku, Garuda Pancasila


Siapakah warga negara Indonesia yang sudah mengenyam pendidikan dasar yang belum mengenal Garuda Pancasila?! Jawabannya, pasti: Tidak ada yang belum kenal, semua sudah kenal dan paham! Burung Garuda adalah lambang kebanggaan Indonesia, dan dipopulerkan dengan lagu wajib  "Garuda Pancasila",  mempunyai makna yang luas; di dada sang Garuda terdapat 5 (lima) lambang sila simbol dari Pancasila

Sejarah mencatat, saat merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu :
  • Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa      kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. (Catatan: Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut).
  • Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945. Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama   Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:

Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila.   Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.


Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah :
  • Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) - tanggal 22 Juni 1945
  • Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar - tanggal 18 Agustus 1945
  • Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat - tanggal 27 Desember 1949
  • Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15 Agustus 1950
  • Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959)
Lima Sila Pancasila

Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan lambang bintang mengartikan bahwa kebhinekaan, keragaman agama di Indonesia merupakan bagian hidup rakyat Indonesia dengan naungan Tuhan Yang Maha Kuasa satu sumber cahaya Allah SWT.

Kedua: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab,  yang mengartikan bahwa masyarakat Indonesia mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
  • Saling mencintai sesama manusia.
  • Mengembangkan sikap tenggang rasa.
  • Tidak semena-mena terhadap orang lain.
  • Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  • Berani membela kebenaran dan keadilan.
  • Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat Dunia Internasional dan dengan itu harus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
Ketiga: Persatuan Indonesia
  • Menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Rela berkorban demi bangsa dan negara.
  • Cinta akan Tanah Air.
  • Berbangga sebagai bagian dari Indonesia.
  • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
Keempat: Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perweakilan yang bermakna:
  • Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
  • Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  • Mengutamakan budaya rembug atau musyawarah dalam mengambil keputusan bersama.
  • Berrembug atau bermusyawarah sampai mencapai konsensus atau kata mufakat diliputi dengan semangat kekeluargaan.
Kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
  • Bersikap adil terhadap sesama.
  • Menghormati hak-hak orang lain.
  • Menolong sesama.
  • Menghargai orang lain.
  • Melakukan pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum dan bersama
Lambang Garuda Pancasila 
  • Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia
  • Simbol-simbol di dalam perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:
    • Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa
    • Rantai melambangkan sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
    • Pohon beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia
    • Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
    • Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
  • Warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci
  • Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis Khatulistiwa
  • Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:
    • Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
    • Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
    • Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
    • Jumlah bulu di leher berjumlah 45
  • Pita yang dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu:
    Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “berbeda beda, tetapi tetap satu jua”.
(Dari berbagai sumber utamanya Buku P4).Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Rabu, 21 Desember 2011

Cara Mudah Samarkan Gigi Menguning

Senyum yang menawan dan menarik perhatian, adalah impian setiap insan. Terlebih lagi, bila senyum itu kita harapkan dapat membuat seseorang yang kita idam-idamkan semakin jatuh hati pada kita! Wahai, alangkah bernilainya untaian senyum yang tersungging dari wajah kita.... Apakah senyum Anda tak semenakjubkan yang Anda harapkan? Bisa jadi itu karena kemilau gigi Anda yang memudar, seiring waktu dan pola makan yang Anda lakoni.

Menyamarkan perubahan pada warna gigi sebenarnya bukan hal yang sulit, semudah menghindari minuman berwarna gelap dan menyiasatinya dengan memilih make up serta dandanan tertentu. Tip lengkap ini ditulis Sheknows untuk Anda.

  • Kenakan Kalung Berwarna Perak
    Perhiasan emas dapat membawa kesan perubahan warna pada gigi Anda. Namun dengan menggunakan perhiasan berwarna putih atau perak, dapat membuat gigi Anda terlihat lebih putih.
  • Memakai Lipstik Merah
    Tak hanya membuat kesan seksi, tapi juga dapat membuat senyum Anda terlihat bercahaya. Sama halnya dengan pengaplikasian lipstik berwarna gelap atau kebiruan. Sementara lipstik berwarna pink dan bernuansa oranye justru membuat gigi Anda terlihat kuning, seperti halnya saat Anda menggunakan perhiasan emas.
  • Jangan Gunakan Pakaian Putih
    Pakaian berwarna putih dapat mengurangi kecerahan senyum Anda.
  • Makan Apel Setiap HariMengunyah buah apel dapat mengaktifkan air liur yang membantu menghilangkan noda dari gigi Anda. Makanan lain yang punya fungsi sama adalah seledri, pir, wortel, dan permen karet tanpa gula.
  • Menyikat Dengan Baking SodaPoleskan sedikit baking soda pada sikat gigi Anda dan gunakan untuk menggosok gigi. Namun jangan lakukan terlalu sering karena dapat mengikis enamel gigi.
  • Hindari Konsumsi Makanan dan Minuman Berwarna GelapMakanan dan minuman gelap seperti kopi, blueberry, dan anggur merah bisa meninggalkan noda pada gigi Anda. Jika Anda harus mengonsumsinya, gunakan sedotan dan sikat gigi Anda segera setelah mengonsumsinya.
  • Membubuhkan Pewarna MakananMeski saran ini terdengar ekstrem, tapi beberapa make up artist melakukannya. Gosokkan dengan lembut pewarna makanan merah ke gusi Anda. Hal ini akan membuat gusi terlihat lebih sehat dan gigi Anda terlihat lebih putih.
  • Manfaatkan Kulit PisangMineral dalam kulit buah dapat meresap ke dalam gigi dan membantu membuatnya bersinar. Gosokkan perlahan kulit pisang pada gigi Anda dengan gerakan memutar, sebelum atau setelah menyikat gigi Anda setiap hari.
  • Pergi ke Dokter GigiUntuk perawatan berkala, pergilah ke dokter gigi dua kali setahun. Dokter gigi akan membantu menghilangkan noda dan plak dari gigi Anda.

Jumat, 11 Maret 2011

Persiapan UN-SNMPTN - Primagama dan Microsoft Beri "Try Out" Online Gratis!

Situs tersebut dapat diakses dan dinikmati seluruh pelajar Indonesia, apalagi disediakan juga menu try out ujian nasional (UN) dan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2011.


Bagi siswa kelas 6, 9 dan kelas 12 di seluruh Indonesia yang lokasinya sudah tersentuh teknologi informasi (internet), kini bisa belajar di rumah untuk menghadapi ujian nasional maupun ujian masuk perguruan tinggi negeri. Primagama dan Microsoft Indonesia memperkenalkan secara resmi situs www.primagamaplus.com yang dapat diakses dan dinikmati oleh seluruh pelajar Indonesia. Di situs ini juga disedikan try out ujian nasional (UN) dan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2011.

Adam Primaskara, General Manager Primagama, Jumat (11/3/2011), mengatakan lembaga bimbingan belajar yang berusia 29 tahun ini ingin menjadi yang terdepan dalam inovasi teknologi pendidikannya melalui kerjasama dengan Microsoft Indonesia. Melalui peluncuran situs belajar online tersebut, pelajar kini dapat belajar secara mandiri karena terus terhubung dengan materi pendidikan dan meneruskan proses belajar tanpa perlu terikat oleh waktu atau dibatasi oleh jarak dan tempat.

Pelajar-pelajar seluruh Indonesia, di luar siswa bimbingan belajar Primagama, mulai dari kelas 6 SD, 9 SMP dan 12 SMA/SMK pun dapat melakukan try out UN dan SNMPTN 2011 secara online. Siswa dapat mengetahui peringkat sesama peserta try out, baik di tingkat Kabupaten atau Kotamadya, Propinsi dan Nasional. Fitur ini diharapkan dapat menjadi sarana latihan ujian dan menciptakan kompetisi yang sehat antar sesama pelajar di seluruh Indonesia.(kompas).

Rabu, 19 Januari 2011

2012, SD dan SMP Bebas Pungutan Pendidikan
Daerah Harus Salurkan BOSDA

maket gedung SD-SMP
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menargetkan pada 2012 nanti Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) bebas dari segala macam pungutan. Meski demikian, pemerintah masih harus membicarakannya dengan DPR.

“Hal ini yang sedang kami siapkan dan akan dikonsultasikan dengan DPR. Maka dari itu, saat ini kami sedang merampungkan cost structure pendidikan,” kata Mendiknas ketika ditemui usai rapat kerja (raker) dengan Komisi X di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (17/1).

Menurut Mendiknas, saat ini ada dua jenis pembiayan pendidikan, yaitu biaya non personal yang melekat pada si peserta didik dan biaya non personal yang terkait dengan biaya investasi. “Itu yang sedang kita cari tahu berapa costnya. Arahnya hanya satu, yaitu tahun 2012 harus bisa dipastikan pendidikan bebas pungutan harus selesai,” ujarnya.

Lantas mengapa pembebasan pungutan tidak dilakukan pada tahun ini" Mendiknas menegaskan bahwa jika sampai saat ini ada pungutan maka hal itu masih wajar. Sebab, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hanya mampu mencukupi 70 persen dari seluruh pembiayaan pendidikan.

“Masih ada pungutan, karena faktanya memang begitu. BOS hanya mampu meng-cover 70 persen dari kebutuhan operasional. Oleh karena itu, pemerintah daerah (Pemda) wajib untuk menyalurkan BOS Daerah (BOSDA) untuk menutupi sisanya sesuai dengan surat edaran dari pusat,” tegasnya.

Mendiknas juga mendorong Pemda agar terus menyalurkan BOSDA sehingga dapat menutupi biaya operasional pendidikan, terutama untuk jenjang pendidikan dasar. Dikatakan pula, anggaran BOSDA tidak boleh dihapus karena sudah merupakan amanah undang-undang.

“BOSDA tidak  boleh dihapus karena daerah sudah wajib untuk mengalokasikan dananya sebesar 20 persen dari APBD untuk pendidikan. Jika daerah tidak mau, itu tidak mungkin, karena itu sudah melanggar undang-undang,” imbuhnya.

Dari data Kemdiknas, jumlah total dana BOS yang disalurkan sebesar Rp 16,8 triliun. Untuk jenjang SD yang terletak di kota, masing-masing siswa akan menerima sebesar Rp 580 ribu per siswa per tahun. Sedangkan untuk SD yang terletak di kabupaten, masing-masing siswa menerima Rp 397 ribu per tahun.

Adapun untuk jenjang SMP yang terletak di kota, setiap siswa mendapat Rp 710 ribu per tahun. Dan untuk SMP di kabupaten, mendapat Rp 570 ribu per siswa per tahun. “Dana BOS yang disalurkan pemerintah untuk jenjang SD hanya mampu mengcover 68,4 persen, dan BOS untuk jenjang SMP hanya mengcover  80,3 persen dari total kebutuhan oeprasional,” sebut Nuh. (jpnn)

Rabu, 22 Desember 2010

Hari Ibu 22 Desember, Lomba Masak Bergelora!

Bu Peny Mulyadi
Hari Ibu, kini identik dengan lomba memasak, memakai sanggul hingga menyetrika. Padahal awal mula Hari Ibu adalah gerakan politik perempuan yang berjuang mendapatkan kemerdekaan RI hingga bisa berkiprah dalam percaturan politik nasional dan Internasional.

"Semua berubah setelah orde baru berkuasa," kata feminis, Nursyahbani Katja Sungkana dalam bincang- bincang dengan detikcom, Rabu (22/12/2010).

Waktu itu, 1982, perempuan yang aktif dalam kegiatan organisasi pemuda organisasi berlatar belakang kedaerahan seperti Jong Java, Jong Sumatra atau Jong Ambon ikut mendeklarasian Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Organisasi perempuan yang berdiri di awal gerakan di antaranya adalah Putri Mardika, 1916. Perempuan pelopor yang menjadi panitia pelaksana Kongres Perempuan Indonesia I 1928 dan ikut dalam deklarasi Sumpah Pemuda 1928 antara lain Soejatin, Nyi Hajar Dewantoro, Sitti Sundari dan lain-lain.

Merekalah inisiator dan penggerak Kongres Perempuan Pertama 22 Desember 1928. Dikemudian hari, tanggal inilah yang diperingati kini sebagai Hari Ibu.

"Hari Gerakan Perempuan Indonesia ini direduksi oleh Bung Karno sebagai Hari Ibu. Ini memang terhegemoni konsep patriarkhi," tambah mantan anggota DPR ini.

Padahal, Bung Karno mengutip Clara Zetkin, pemimpin gerakan perempuan di Jerman yang melahirkan International Women's Day. "Bung Karno menggambarkan laki-laki dan perempuaan sebagai sayap Garuda yang tidak mungkin bisa terbang terbang tinggi jika satu sayap patah," tandas feminis yang berkali-kali mendapat anugrah Internasional atas perannya dalam pergerakan perempuan Indonesia ini.

Seiring munculnya Orde Baru, perempuan semakin terhegemoni lewat UU dan kebijakan pemerintah. Seperti dalam UU No 1/1974 tentang Perkawinan, ibu di tempatkan sebagai ibu rumah tangga. Peran perempuan juga semakin dikerdilkan lewat organisasi PKK yaitu mencari pekerjaan yang selaras dengan hakikat ibu rumah tangga. Sehingga masa itu, perempuan lebih banyak bekerja di sektor pendidikan (yang selaras dengan peran ibu rumah tangga yaitu mendidik anak).

Lantas bagaimana dengan era reformasi?

"Tidak ada bedanya. Meski secara kuantitas anggota perempuan di DPR meningkat, dari 63 menjadi 109 tapi secara kualitas menurun. Sedikit dari mereka yang memahami persoalan- persoalan perempuan," terang Nursyahbani.

Alhasil, kini Hari Ibu masih direpresentasikan dengan lomba memasak. Atau dalam iklan, Hari Ibu dihadirkan sebagai sosok perempuan yang merawat keluarga dengan harmonis. Menyambut pulang suami dan mengantar anak ke sekolah.

"Permasalahan perempuan dan ibu masih banyak dari trafficking, kemiskinan, angka kematian ibu dan bayi dan sebagainya," tutup Nursyahbani.(detik)

Selasa, 07 Desember 2010

Memaknai Tahun Baru Hijriyah dengan Benar

Ya Allah jadikan diri kami menjadi manusia amanah atas nikmat waktu yang Kau berikan kepada kami...

Tidak terasa, 1431 Hijriah telah meninggalkan kita  memasuki tahun baru 1432 H. Seorang Muslim sejati akan menjadikan moment tersebut sebagai penambah motivasi untuk menjadi lebih baik, lebih bersyukur kepada Allah SWT dengan meningkatkan kualitas ibadah dan kualitas hubungan ukhuwah antar sesama.

Jangan heran, ada juga sebagian dari manusia yang menjadikan tahun baru Islam sebagai perayaan yang mengarah kepada kesyirikan. Naudzubillah, menganggapnya sebagai hari sial untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu, mencuci jimat dan pusaka dan melakukan ritual-ritual lainnya yang konon telah dilakukan terus-menerus oleh nenek moyang terdahulu.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ


“dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi Kami hanya mengikuti apa yang telah Kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?". (TQS. 2 : 170)

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ


“apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". mereka menjawab: "Cukuplah untuk Kami apa yang Kami dapati bapak-bapak Kami mengerjakannya". dan Apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?. (TQS. 5 : 104)

Muharam adalah bulan awal tahun kalender Islam. Kalender Islam disebut Hijriah mengikuti perputaran bulan bukannya matahari seperti kalender Masehi. Oleh karena itu jumlah harinya pun berbeda. Hijriah memiliki 11 hari lebih pendek dari Masehi. Dalam perhitungan matahari dalam satu tahun terdapat 365 hari, sedangkan perhitungan bulan terdapat 354 hari. Tak heran pernah dalam satu tahun Masehi umat Islam merayakan dua kali Idul Fitri.

Ternyata bukan itu saja perbedaannya. Kontrasnya malam yang gelap dan siang yang terang, seperti itu jugalah perbedaannya dalam kehidupan kita belakangan ini.

Malam hari menjelang tahun baru Masehi, dapat dipastikan jalanan macet, hunian hotel meningkat, pusat hiburan ramai, dan terompet laku. Menghabiskan malam dengan tawa dan berusaha mengenyahkan duka. Semuanya tak jauh dari urusan hura-hura karena bagi mereka tahun baru berarti umur yang baru.

Lihatlah bagaimana malam hari menjelang tahun baru Hijriyah. Jalanan normal, hunian hotel juga normal, pusat hiburan sepi bahkan tak ada yang iseng menjual terompet. Bukan berarti tak ada kegiatan, namun kegiatannya berpindah ke mesjid-mesjid untuk mendengar ceramah dan Mabit.

Hilang segala hingar bingar, mereka menghabiskan malam dengan menangis memohon ampun pada Allah swt. Tangis mereka seperti kehilangan sesuatu yang berharga. Benar, sebenarnya kita telah kehilangan waktu kita di dunia secara perlahan.

Tahun Hijriah seperti namanya, ditetapkan setelah Rasulullah saw. Hijrah dari Mekah ke Madinah. Sebelumnya penamaan tahun didasarkan atas nama binatang, seperti tahun saat Rasulullah diahirkan merupakan tahun Gajah, persoalan mungkin atau tidaknya penamaan ini berlanjut sampai sekarang oleh kalender Cina, Wallahu ‘Alam.

Berdasarkan atas nama tersebut, maka sebaiknya momen tahun baru Hijriah ini kita maknai sebagai hari kita juga untuk Hijrah. Selemah-lemahnya Hijrah tentunya adalah hijrah niat. Bila tahun sebelumnya kita sering punya niat jahat terhadap orang lain maka tahun ini berubah jadi niat baik.

Alangkah baiknya jika bisa hijrah tempat. Bila kondisinya memungkinkan, dan tempat anda dikelilingi oleh kemaksiatan hijrahlah ke tempat yang lebih baik. Bisa juga dari tempat kerja yang penuh korupsi ke tempat kerja yang lebih sehat. Bahkan ada ayat yang melarang kita berdiam di suatu tempat seandainya di tempat itu kita sering didzalimi.

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [TQS. 4 :100]

Hijrah yang baik tentunya dengan segala perhitungan yang matang. Karena perhitungan yang matang akan mendatangkan harapan. Akhirnya kemanapun, dengan apapun, disertai niat apapun, yakinkan setiap hijrah anda adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt sehingga setiap hijrah kita dihitung ibadah. Amiiin

Semoga bermanfaat
Dirubah Tahunnya dari : PercikanIman.ORG

Selasa, 09 November 2010

Lauren Booth: Mengapa Saya Mencintai Islam



Lauren Booth, dalam sepekan terakhir ini menjadi salah satu topik pembicaraan hangat di Inggris. Maklum, Booth sepekan yang lalu menyatakan bahwa ia telah masuk Islam. Mengapa demikian? Sebabnya tidak lain karena yang membuat berita ini seperti mengguncang Inggris, adalah karena Booth adalah saudara ipar  Tony Blair, mantan Perdana Menteri Inggris. Bagaimana sebenarnya proses dan kehidupan Booth sekarang? Berikut petikan wawancaranya yang diambil dari The Daily Mail.

Bagaimana perasaan Anda sekarang ini?
Saya tahu ini semua tampak tidak masuk akal, tetapi keputusan untuk memeluk Islam tersebut akan menentukan setiap aspek kehidupan saya bawah rel yang mengekspresikan kegembiraan.

Bisa diceritakan awal mulanya?
Mari kita kembali ke Januari 2005, ketika saya tiba sendirian di Tepi Barat untuk liputan The Mail on Sunday. Saya tidak pernah menghabiskan waktu bersama orang-orang Arab, atau Muslim. Saat saya terbang ke Timur Tengah, pikiran saya penuh dengan kalimat-kalimat biasa : ekstremis radikal, fanatik, kawin paksa, pembom bunuh diri dan jihad.
Saya tiba di Tepi Barat tanpa mantel, dan saya menyimpan otoritas bandara Israel di koper saya.
Saya berjalan di Ramallah, dan seorang perempuan menggamit tangan saya tiba-tiba. Saya menggigil. Ia berbicara cepat dalam bahasa Arab, membawa saya ke sebuah rumah di sisi jalan. Apakah saya diculik oleh seorang teroris tua? Selama beberapa menit, dari lemari pakaian putrinya, ia mengeluarkan mantel, topi dan syal.
Saya kemudian dibawa kembali ke jalan dan dipeluk hangat. Tidak ada kata apapun ketika itu di antara kami. Itu adalah sebuah kemurahan hati yang tidak pernah saya lupakan.

Kemudian?
Secara bertahap saya menemukan ekspresi seperti MasyaAllah!', 'Alhamdulillah!' dalam percakapan sehari-hari saya. Saya selalu berdoa dan, sejak kecil, telah menikmati cerita Yesus dan para nabi kuno. Saya sekolah di Brownies, saya dibesarkan dalam rumah tangga yang sangat sekuler. Saya, dulu selalu bangga dengan rambut pirang indah saya dan, ya, tubuh saya.

Selesai?
Pada tahun 2007 saya pergi ke Libanon. Saya menghabiskan empat hari dengan mahasiswa perempuan, semuanya mengenakan jilbab lengkap. Mereka adalah temen-teman yang memesona, independen dan vokal. Mereka bukan gadis pemalu, tidak dipaksa kawin seperti yang saya bayangkan.
Saya sering datang ke masjid. Di sana, ada anak-anak yang bermain, nenek duduk membaca Al-Quran di kursi roda dan sebagainya.

Anda sempat ragu dengan pilihan hidup Anda?
Saya bertanya; apakah saya siap masuk Islam? Apa yang akan dikatakan dunia, teman-teman dan keluarga saya? Apakah saya siap untuk untuk berperilaku moderat dalam banyak hal?
Dan inilah hal yang benar-benar aneh. Saya tidak perlu khawatir tentang hal-hal itu, karena entah bagaimana menjadi seorang Muslim itu sangat mudah.

Sudah sejauh mana Anda membaca Al-Quran?
Sejauh ini saya baru sampai 100 halaman saja, beserta terjemahannya. Al-Quran adalah teks yang serius. Ini akan membantu saya untuk belajar bahasa Arab tapi itu juga akan memakan waktu cukup lama. Saya berhubungan dengan beberapa masjid di London Utara, dan saya berharap bisa rutin mengunjunginya, setidaknya sekali seminggu.

Menurut Anda, jilbab itu bagaimana?

Pakaian sederhana. Mengenakan jilbab berarti saya siap untuk pergi keluar lebih cepat daripada sebelumnya. Padahal saya baru saja mencat merah rambut saya beberapa minggu yang lalu. Ini adalah negara toleran dan tidak ada yang tampak curiga sejauh ini.

Reaksi teman-teman Anda yang non-Muslim?

Mereka penasaran ketimbang memusuhi saya. Mereka bertanya: 'Apakah itu akan mengubah kamu?’, ‘Kita masih teman kan?’, ‘Kita masih minum (bir) kan?’.

Jawaban Anda?
Jawaban atas dua pertanyaan pertama adalah ya. Yang terakhir tentu tidak. Saya berasal dari latar belakang keluarga yang alkoholisme. Saya akan menghindari barang-barang (memabukan) itu. Apa yang bisa lebih baik? Saya tumbuh di sebuah rumah tangga yang penuh dengan alkohol, dengan ayah yang kejam. Itu adalah luka yang tidak akan pernah pulih.

Apakah keluarga Anda mendukung?
Saya belum pernah bertemu lagi dengan ayah saya selama bertahun-tahun. Jadi bagaimana dia bisa tahu apa-apa tentang saya atau memiliki pandangan yang valid tentang masuknya saya ke dalam Islam? Aku hanya merasa kasihan padanya. Sisanya keluarga saya sangat mendukung.

Anda akan menikah lagi?
Ini bukan saatnya bagi saya untuk berpikir tentang membangun hubungan dengan pria. Saya pulih dari pernikahan yang pecah. Dan sekarang akan melalui perceraian. Jika waktunya tiba, mungkin saya akan mempertimbangkan untuk menikah lagi, namun dengan suami yang Muslim.

Apakah anak Anda akan juga akan menjadi Muslim?
Saya tidak tahu, itu terserah mereka. Anda tidak dapat mengubah hati seseorang

Bagaimana reaksi mereka ketika Anda memberitahu Anda masuk Islam?
Saya ketika itu duduk di dapur dan memanggil dua anak gadis saya. “Girls, aku punya berita untuk kalian. Aku sekarang seorang Muslim." Yang tertua, Alex, berkata: "Kami memiliki beberapa pertanyaan." Mereka membuat daftar pertanyaan dan mengajukannya kepada saya. Alex bertanya: 'Apakah Ibu minum alkohol lagi? " Kujawab, “Tidak!” Respon mereka: 'Yay!". Kemudian “Apakah Ibu merokok lagi?” lalu saya menjawab: “Tidak”. Pertanyaan yang paling mengejutkan adalah: “Apakah Ibu akan menunjukkan (maaf) payudara Ibu di depan publik lagi?". 'Sekarang aku ini Muslim," kata saya,"Aku tidak akan pernah lagi menunjukkan payudaraku di depan umum lagi."

Dan kemudian?
Mereka berteriak, "Kami cinta Islam!” dan pergi bermain kembali. Dan saya juga mencintai Islam.

(Total Copas dari : AGAMA dan MEDIA)

Sabtu, 30 Oktober 2010

Asyik Minum, Anak Gajah Disambar Buaya

Selama ini sering terdengar betapa ganasnya macan atau singa Afrika memburu mangsa, seperti kuda, sapi, banteng, kerbau, dan rusa. Atau buaya yang mengintai hewan-hewan sedang minum dekat rawa persembunyiannya.

Tetapi, ada kejadian langka yang tertangkap kamera fotografer amatir bernama Johan Opperman (38) ketika mengunjungi Taman Nasional Kruger di Afrika Selatan. Foto ini dipublikaskan harian The Sun, 28 Oktober 2010. Dalam foto itu tampak anak gajah sedang asyik meminum air rawa dengan belalainya. Tiba-tiba, muncul buaya besar dari dalam rawa dan langsung menjepit belalai itu dengan gerahamnya yang kuat dan bergigi tajam.

Tarik-menarik antara anak gajah dan buaya berlangsung beberapa saat. Anak gajah pun memiliki tenaga kuat sehingga mampu menarik buaya itu hingga ke daratan batas rawa. Anak gajah meraung memanggil keluarganya dan tak berapa lama rombongan gajah datang membantu.

Para gajah itu berusaha menyelamatkan anak dengan meraung dan kakinya menginjak badan buaya. Adegan ini mirip seperti pertarungan antara gajah dan buaya. Karena buaya dikeroyok kawanan gajah dan nyawanya terancam, akhirnya mangsa yang sudah di depan mata itu pun dilepaskannya.

Johan mengatakan, kejadian itu di siang hari dan tidak biasanya buaya berani main-main dengan hewan raksasa ini. Sudah bisa ditebak, buaya gagal makan siang. "Saya anggap ini hal sangat langka dan, setahu saya, buaya tidak biasanya mencoba untuk menangkap gajah," ujar Johan.(source: yahoo)

Jumat, 22 Oktober 2010

Klungbot, Robot Pemain Angklung

Klungbot, Robot Pemain Angklung

Bayangkan kalau angklung bisa dimainkan oleh satu orang saja, pasti memainkan angklung takkan serumit yang dibayangkan selama ini. Kita pun tak harus datang ke pentas musik angklung untuk menikmati indahnya suara alat musik yang baru saja menjadi warisan budaya dunia ini.

Usaha untuk membuat memainkan dan mendengarkan angklung jadi gampang. Inilah yang dilakukan oleh Karismanto Rahmandika, siswa SMP Negeri 14, Bandung, dan Krisna Diastama yang merupakan siswa SD Islam Ibnu Sina, Bandung. Kedua siswa penggemar sains itu menciptakan klungbot, robot pemain angklung. Robot yang pastinya hanya berjumlah satu ini akan menggantikan pemain angklung yang jumlahnya berjibun.

Dalam menciptakan robot pemain angklung ini, Krisna menggunakan robot Lego Mindstorm. Untuk membuat si robot bekerja, ia menerjemahkan nada-nada musikal menjadi bahasa program. Ia melakukannya dengan perangkat lunak LeJOS yang biasa digunakan untuk Lego. Bahasa program inilah yang kemudian diterima oleh bagian penerjemah pesan yang terhubung lewat Bluetooth dan selanjutnya ke penggerak.

Ide untul menciptakan klungbot didapatkan ketika ia melihat pertunjukan angklung. Ia berkomentar, betapa rumitnya memainkan angklung itu, butuh sangat banyak orang dan koordinasi yang rumit sehingga ketukan dan nadanya pas. Dengan menggunakan klungbot, musik angklung bisa dinikmati dengan mudah dan tanpa proses yang rumit untuk memainkannya.

Selain menciptakan alat yang diikutkan dalam National Young Inventor Awards di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ini, Krisna juga menciptakan robot pemain alat musik berbahan botol yang diisi air dan robot pemain drum. Kedua alat musik itu juga dapat dimainkan bersamaan dengan angklung sehingga bisa memproduksi suara bak musik simfoni. Hingga kini, Krisna telah membuat beberapa lagu daerah yang sudah siap dimainkan dengan klungbot, seperti "Burung Kakak Tua".

(sumber : Klungot, robot pemain angklung.Kompas-sains)

Rabu, 20 Oktober 2010

Pengertian Sekolah Menengah Pertama

Sekolah menengah pertama (disingkat SMP) adalah jenjang pendidikan dasar pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus sekolah dasar (atau sederajat). Sekolah menengah pertama ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 7 sampai kelas 9. Pada tahun ajaran 1994/1995 hingga 2003/2004, sekolah ini pernah disebut sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP).

Murid kelas 9 diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (dahulu Ebtanas) yang mempengaruhi kelulusan siswa. Lulusan sekolah menengah pertama dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan (atau sederajat).

Pelajar sekolah menengah pertama umumnya berusia 13-15 tahun. Di Indonesia, setiap warga negara berusia 7-15 tahun tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun.

Sekolah menengah pertama diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Sejak diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan sekolah menengah pertama negeri di Indonesia yang sebelumnya berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional, kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota. Sedangkan Departemen Pendidikan Nasional hanya berperan sebagai regulator dalam bidang standar nasional pendidikan. Secara struktural, sekolah menengah pertama negeri merupakan unit pelaksana teknis dinas pendidikan kabupaten/kota.

Di beberapa negara, SMP berlaku sebagai jembatan antara sekolah dasar dengan sekolah menengah atas. Namun istilah tersebut dapat dipergunakan secara berbeda di beberapa negara, kadang-kadang saling berbanding terbalik. Untuk negara-negara yang mempergunakan bahasa Cina, khususnya di Cina, Taiwan dan Hong Kong, juga di Italia (= scuola media), SMP berkonotasi yang sama dengan secondary school.

Oleh karenanya di beberapa istilah di pemerintahan dan institusi pendidikan, SMP adalah nama lain dari "junior high school", yang pada dasarnya suatu sekolah setelah sekolah dasar. Penamaan sebagai junior high mulai muncul sekitar tahun 1909 pada waktu pendirian sekolah Indianola Junior High School di Columbus, Ohio. Sedangkan konsep penamaan sebagai middle school mulai diperkenalkan pada tahun 1950 dari Bay City, Michigan.

(sumber : Diknas)

Senin, 18 Oktober 2010

Ujian Nasional Akan Tetap Dilaksanakan!

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memerintahkan kepada Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), untuk mengevaluasi Ujian Nasional (UN) 2010. Menindaklanjuti instruksi tersebut Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, telah melaksanakan berbagai analisis dan langkah konkret yang dianggap perlu.

"Sudah dilakukan beberapa analisa terhadap posisi UN baik dari sisi kedudukan hukum, landasan filosofis, landasan pedagogis, juga berbagai data-data empiris tentang apa yang dilakukan negara-negara disekitar kita dan di dunia dengan mengambil data-data UNESCO, dan atase pendidikan dan kebudayaan kita di 14 negara," kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal saat rapat dengan Komisi X DPR RI, Komite Sekolah, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), dan perwakilan perguruan tinggi , di Hotel Nikko Jakarta, Jumat (15/10).

Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan, baik Komisi X DPR RI, BSNP, Komite Sekolah, dan Perguruan Tinggi, menganggap UN masih perlu dilakukan, sampai ditemukan formula baru untuk mengevaluasi pembelajaran. Dalam rapat tersebut, Ketua Panitia Kerja Komisi X DPR RI Ruli Choirul Azwar melemparkan tiga opsi pelaksanaan UN kepada forum.

Opsi yang pertama, UN jalan terus,dan dianggap tidak ada masalah dalam penyelenggaraannya. Namun jika hal tersebut yang dilakukan, maka UN akan tetap menjadi kontroversi, sepanjang mutu pendidikan belum seragam, dan pelaksanaannya yang serentak itu belum menjamin adanya pengawasan yang baik dan tidak menimbulkan kecurangan.

Opsi yang kedua, UN bisa berjalan seperti sekarang, dengan syarat penyempurnaan terhadap beberapa hal yang mampu mengatasi faktor ketidakadilan akibat standar mutu pendidikan yang beragam. "Bagaimana formulanya kita cari nanti, begitu juga faktor penyelenggaraan yang menimbulkan kecurangan, akan menyempurnakan kebijakan-kebijakan UN ini," kata Ruli.

Kelemahannya, menurut Ruli, memang sulit mencari solusi atau formula yang bisa mengatasi masalah UN sebagai penentu kelulusan. Atau, bagaimana mencari model pengawasan yang efektif, apa penyelenggaraan yang bisa di ubah, atau apakah pengawasannya bisa dilakukan melibatkan unsur independen.

Opsi yang ketiga, UN dapat dilanjutkan, tetapi hanya untuk pemetaan standar mutu pendidikan. Bukan sebagai penentu kelulusan. Namun jika UN hanya dilakukan sebagai cara untuk memetakan standar mutu pendidikan, menurut Rektor Universitas Negeri Medan Syawal Gultom, hanya akan menghabiskan uang negara saja.

Karena menurutnya, tidak akan ada semangat juang siswa dan guru dalam menghadapi UN. Syawal mengatakan, saat ini semua pihak harus berjuang untuk melaksanakan UN yang kredibel, dan bukan lagi mempertanyakan UN berlawanan dengan UU atau tidak. "Tidak mungkin UN itu bertentangan dengan hakikat pendidikan, UU yang ada. Kalau ada, itu pelaksanaannya yang tidak sempurna ," kata Syawal.

Berbicara mengenai UN, sebagai representasi yang bersentuhan langsung ke pemangku kepentingan sekolah, wakil dari Komite Sekolah Bambang Sutomo mengatakan, dinamika semangat belajar meningkat signifikan. Memang baru menonjol pada kelas-kelas akhir, karena kelas akhir fokus pada menghadapi UN. "Ini hal yang positif, untuk konsentrasi proses peningkatan semangat itu, kami dihadapkan pada permintaan siswa itu sendiri untuk membentuk kelompok belajar," kata Bambang. Dampak positif yang lain dengan adanya UN adalah orang tua dituntut memberi perhatian.

Bambang akan tetap mendukung pelaksanaan UN, karena masih menjadi sarana evaluasi. "Jadi sebelum ada metode evaluasi yang lebih baik, kenapa kita harus meniadakan UN. Dan kami siap mengawal berjalannya UN," kata Bambang.

Kurikulum satuan pendidikan yang dikembangkan di Indonesia sudah sesuai dengan Undang-Undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19. UU tersebut memuat standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sehingga, kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada dasarnya merupakan kurikulum berbasis kompetensi. Oleh karena itu, assessment/penilaian berfungsi untuk mengetahui standar kompetensi mana yang dimiliki oleh peserta didik atau yang belum dimiliki.

Ketua BSNP Djemari Mardapi mengatakan, informasi mencapai standar kompetensi diperoleh melalui pengukuran/pengujian. Pengukuran/pengujian informasi diperoleh dengan melalui tes/ujian. Ada ujian sekolah, ada UN. Sedangkan akuntabilitas sekolah bisa dilihat dari kompetensi yang dimiliki peserta didik, apa betul sekolah itu sudah melakukan fungsinya dalam melakukan proses pembelajaran. Kemudian, akuntabilitas kompetensi yang dimiliki peserta didik dalam pelajaran tertentu, pendidik juga bertanggung jawab. "Oleh karena itu perlu penilaian yang sistematis mengikuti prosedur yang baku. Kemudian assessment yang kita harapkan menggunakan aturan acuan kriteria, karena kurikulumnya berbasis kompetensi," kata Djemari.

Djemari menambahkan, standar nasional pendidikan merupakan kompetensi minimal yang harus dimiliki peserta didik. Pengujian dilakukan untuk mengetahui tingkat kompetensi peserta didik, apa betul sudah mencapai kompetensi minimal itu. Jika belum, lakukan program perbaikan. Ini prinsip dari kurikulum berbasis kompetensi. (see source)

Minggu, 17 Oktober 2010

Soeharto Layak Dapat Gelar Pahlawan

Tanggal 10 Nopember adalah hari Pahlawan. Setiap hari ini diperingati, menjadi tradisi Pemerintah untuk menganugerahkan gelar Pahlawan dan berbagai tanda jasa kepada para tokoh nasional maupun daerah. Mereka yang akan dianugerah gelar dan atau penghargaan itu biasanya adalah mereka yang dianggap berjasa terhadap negeri ini, bisa dari tokoh daerah hingga tokoh yang berkaliber nasional. Dan perlu dicatat, bahwa gelar dan penganugerahan tanda jasa tidak serta merta diberikan, melainkan melalui berbagai proses penelitian dan pengkajian dari berbagai segi, termasuk diantaranya harus ada dukungan dari masyarakat yang mengusulkan.

Tahun ini ada sepuluh nama yang diusulkan untuk memperoleh gelar pahlawan, termasuk di dalamnya ada nama Soeharto, Presiden RI Ke-2. Banyak sekali elemen masyarakat yang mengusulkan, sebaliknya tidak sedikit yang menganggap usulan gelar kepahlawanan atas nama Presiden Soeharto itu salah sasaran. Bagiku, sebagai generasi yang lahir di masa Orde Baru, saat Soeharto berkuasa, dan dibesarkan/dewasa sesudah reformasi bergulir, tidak pernah merasakan "ketidak-nyamanan" era Soeharto. Oleh sebab itu, aku lebih berpikir obyektif dan proporsional, bahwa jasa-jasa almarhum Presiden Soeharto selama menjabat Presiden tidak lah sedikit. Karenanya, beliau layak menerima gelar Pahlawan.

Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengatakan, mantan Presiden HM Soeharto diajukan oleh masyarakat untuk menjadi pahlawan nasional, bukan oleh pemerintah. Dipo Alam memandang perlu menegaskan hal ini, Minggu, menanggapi pemberitaan seolah-olah pemerintah mengajukan nama mantan Presiden HM Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.

"Seolah-olah Soeharto itu usulan pemerintah. Tidak, itu bukan usulan pemerintah, tapi masyarakat. Semua nama tokoh yang akan diajukan menjadi pahlawan nasional itu usulan masyarakat," katanya.

Seperti diberitakan, Kemensos akan mengajukan 10 nama tokoh yang telah terpilih dan diseleksi untuk memperoleh gelar pahlawan nasional kepada Dewan Gelar, Tanda Kehormatan, dan Tanda Jasa. Salah satu di antaranya adalah HM Soeharto. Ia menduga, isu bahwa pemerintah mengusulkan nama mantan Presiden Soeharto hanya untuk memanas-manasi suasana, menjelang satu tahun Kabinet SBY-Boediono.

"Tampakanya ada yang ingin mengompori masyarakat, mendiskreditkan Presiden, terutama adalah mereka yang ingin berdemo tidak senang dengan pemerintahan di tanggal 20 Oktober nanti," katanya.

Menurut dia, semua tokoh yang diusulkan memiliki pro kontra. "Mantan Presiden Soeharto `diimpeach` (dijatuhkan) oleh MPR. Mantan Presiden Gus Dur yang diusulkan masayrakat Jawa Timur juga diimpeach oleh MPR, begitu pula tokoh lainnya, semua ada pro-kontranya," katanya. Ia menambahkan, pemerintah nantinya akan tetap netral, objektif dan proporsional dalam memberikan gelar pahlawan nasional.

"Pemerintah akan melihat semua aspek dalam menentukan gelar pahlawan nasional," katanya.

Sementara itu, Kementertian Sosial dalam minggu-minggu ini, akan segera mengajukan 10 nama tokoh kepada Dewan Gelar, Tanda Kehormatan, dan Tanda Jasa yang dipimpin Menko Polhukam. Ke-10 nama tersebut adalah:
  1. Mantan Gubernur DKI Ali Sadikin dari Jawa Barat,
  2. Habib Sayid Al Jufrie dari Sulteng,
  3. Mantan Presiden HM Soeharto dari Jawa Tengah,
  4. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid dari Jawa Timur.
  5. Andi Depu dari Sulawesi Barat,
  6. Johanes Leimena dari Maluku,
  7. Abraham Dimara dari Papua,
  8. Andi Makkasau dari Sulawesi Selatan,
  9. Pakubuwono X dari Jawa Tengah, dan
  10. Sanusi dari Jawa Barat.
Selanjutnya 10 nama tersebut akan diverifikasi dan juga dinilai oleh Dewan Gelar, Tanda Kehormatan, dan Tanda Jasa yang dipimpin Menko Polhukam. Kemudian, nama-nama yang lolos setelah diverifikasi dan dinilai oleh Dewan Gelar, Tanda Kehormatan, dan Tanda Jasa akan diserahkan kepada Presiden, karena Presiden yang akan menetapkan siapa yang berhak menyandang gelar Pahlawan Nasional.
(See original news.)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo